Mungkin Judul artikelnya sesuai sama yang sekarang kita bahas, Rani Ramadhany Dari Drummer Jadi Model Kebetulan ane fansnya Rani ramadhany :v . Asia's Next Top Models memasuki musim ketiga. Pada tahun ini, Indonesia membawa tiga perwakilan untuk maju ke panggung modeling bergengsi se-Asia tersebut. Mereka adalah Tahlia Raji, Ayu Gani, dan Rani Ramadhany.
Dunia modeling dikenal sangat feminin. Sosok wanita bertubuh tegak, berlenggak lenggok memakai busana desainer terkenal dengan sepatu hak tinggi. Namun hal itu 'ditabrak' oleh Rani Ramadhany yang dibalik keanggunannya sebagai model, ia adalah seorang solodrummer. "Drum itu hobi aku dari umur 11 tahun, kalau untuk profesi aku lebih ke model," kata Rani Ramadhany.
Wanita berusia 21 tahun ini menceritakan bahwa ia mengawali karier modelingnya pada usia 14 tahun. Bahkan sempat mengikuti fashion show di Jepang dan Turki.
Kakaknya yang juga seorang model, sering mengajak Rani menemaninya untuk pemotretan. Seiring berjalan waktu, ia merasa mulai tertarik terhadap bidang modeling.
"Kakakku itu model. Suka diajak ke photoshoot. Jadinya ada ketertarikan, ada passion juga. Terus ditawarin jadi model pas umur 14 tahun. Pernah fashion show di Jepang dan Turki, pakai baju Anne Avantie sama Alleira," ceritanya dengan penuh semangat. Ketika itu, Rany menekuni dua bidang sekaligus. Pada usia 18 tahun, ia merasa terlalu lelah menjadi model. Akhirnya, Rany berhenti dari dunia modeling dan fokus terhadap hobinya menggebuk drum. "Di umur 18 tahun aku merasa capek jadi model. Harus pakai high heels, diet, nggak boleh gendut dan dulu aku sering main band. Akhirnya akumilih solo kariwr sering upload video di YouTube. Respon masyarakat cukup baik," katanya. Saat menjadi drummer, lanjut Rani, ia merasa cukup bebas. Tidak perlu melakukan diet, tidak terlalu lelah dan banyak panggilan on air maupunoff air. Selang tiga tahun setelah memutuskan hiatus dari dunia modeling, Rani merasa rindu dan akhirnya mendaftar ke Asia's Next Top Models. Ia mengatakan tidak berharap banyak, apalagi saat itu bobot tubuhnya kurang ideal. "Sebenarnya aku kurang prepare juga pas daftar ini. Kan online gitu. Dapat syukur, nggak yasudah. Pas audisi berat aku 52-53 kilogram yang biasanya 48-49 kilogram," katanya. Kemudian satu minggu sebelum berangkat karantina, lanjut Rani, ia mulai mengurangi porsi makan karena melihat badan kontestan dari negara lain yang menurutnya sangat ideal. "Di episode pertama keliatan aku lebih gemuk. Mentalku jadi kena terus makan jadi sedikit. Pulang ke Jakarta jadi 49-50 kilogram," katanya.
Kakaknya yang juga seorang model, sering mengajak Rani menemaninya untuk pemotretan. Seiring berjalan waktu, ia merasa mulai tertarik terhadap bidang modeling.
"Kakakku itu model. Suka diajak ke photoshoot. Jadinya ada ketertarikan, ada passion juga. Terus ditawarin jadi model pas umur 14 tahun. Pernah fashion show di Jepang dan Turki, pakai baju Anne Avantie sama Alleira," ceritanya dengan penuh semangat. Ketika itu, Rany menekuni dua bidang sekaligus. Pada usia 18 tahun, ia merasa terlalu lelah menjadi model. Akhirnya, Rany berhenti dari dunia modeling dan fokus terhadap hobinya menggebuk drum. "Di umur 18 tahun aku merasa capek jadi model. Harus pakai high heels, diet, nggak boleh gendut dan dulu aku sering main band. Akhirnya akumilih solo kariwr sering upload video di YouTube. Respon masyarakat cukup baik," katanya. Saat menjadi drummer, lanjut Rani, ia merasa cukup bebas. Tidak perlu melakukan diet, tidak terlalu lelah dan banyak panggilan on air maupunoff air. Selang tiga tahun setelah memutuskan hiatus dari dunia modeling, Rani merasa rindu dan akhirnya mendaftar ke Asia's Next Top Models. Ia mengatakan tidak berharap banyak, apalagi saat itu bobot tubuhnya kurang ideal. "Sebenarnya aku kurang prepare juga pas daftar ini. Kan online gitu. Dapat syukur, nggak yasudah. Pas audisi berat aku 52-53 kilogram yang biasanya 48-49 kilogram," katanya. Kemudian satu minggu sebelum berangkat karantina, lanjut Rani, ia mulai mengurangi porsi makan karena melihat badan kontestan dari negara lain yang menurutnya sangat ideal. "Di episode pertama keliatan aku lebih gemuk. Mentalku jadi kena terus makan jadi sedikit. Pulang ke Jakarta jadi 49-50 kilogram," katanya.
sumber viva
Quantity :
Add to Cart
